Spiritual Building, Pembangunan Spiritual. Itu acara pada tanggal 3 Maret 2009 kemarin. Pesertanya kelas XII SMAN 1 Pacitan. Kenapa aku bisa ada di sana? Karena aku anak PMR. Dan Mr. Khumaidi memberikan tugas kepada kami -anak-anak PMR- sebagai petugas kesehatan.
Sebelum berangkat, kabar2nya acaranya itu semacam ruqyah. Ternyata di sana acaranya bukan seperti bayangan kami. Acaranya sebagai berikut:
1. Sesi Alerting Spirit. Ada pembahasan mengenai sholat. Ini membuat kami semua nangis2 karena kami merasa belum mendirikan sholat, hanya sekedar menjalankan kewajiban. Orang yang tidak sholat kelak akan dibangkitkan dalam rupa babi. Ukh, ngeri!!!
Dalam sesi ini juga dijelaskan tentang surat Al-Fatihah. Pak yang dari TSI (lupa namanya) bilang bahwa surat Al-Fatihah ayat 1-4 adalah untuk Allah, ayat 5 adalah untuk Allah dan hamba-Nya, dan ayat 6-7 adalah untuk hamba-Nya. Allah bahkan menjawab langsung hamba yang membaca surat Al-Fatihah ini.
Jika kita membaca "BISMILLAHIRROHMANIRROHIM", Allah akan menjawab "HAMBA-KU TELAH MENGINGATKU".
Bila diteruskan dengan "ALHAMDULILLAHIROBBIL 'ALAMIN", Allah menjawab "HAMBA-KU TELAH MEMUJIKU".
Saat kita mampu melanjutkan "ARROHMANIRROHIM", Allah akan menjawab "HAMBA-KU TELAH MENGAGUNGKANKU".
Seterusnya aku lupa karena airmata sudah meleleh-leleh di pipiku.
2. Sesi Menjelajah Dunia Lain. Bukan dunia ghaib lho, tapi tentang alam semesta. Disini dibahas teori Big Bang, yang ternyata sudah ada dalam Al-Quran. Ada juga tentang Supernova, yang di dalam Al-Quran ada perumpamaan yang tepat sekali, yaitu seperti bunga mawar. Subhanallah.......
Di sesi ini diperdengarkan suara jantung kita. Degdeg...degdeg...degdeg... Kalau didengar dengan seksama, itu seperti bunyi zikir Allah...Allah...Allah... Bahkan jantung kita berzikir, tapi kadang mulut kita justru bungkam dengan asma Allah.
Masalah zikir, ternyata ciptaan Allah itu berzikir dengan cara berputar. Matahari berputar pada porosnya, bumi berputar mengelilingi matahari, bulan berputar mengelilingi bumi, atom mengelilingi inti atom, susunan DNA berputar, bahkan gerakan sholat kita ternyata juga membentuk sudut 360 derajat.
3. Sesi Muhasabah. Di sini semua diajak merenung. Menangisi kesalahan. Bermaaf-maafan. Dan dari sinilah tugas kami, anak-anak PMR dimulai. Pertama terdengar jeritan histeris dari barisan siswi. Kami menghambur, menggotong si mbak tadi ke belakang. Mencoba menenangkan, tapi sangat sulit. Dia menangis, menyebut-nyebut ibunya, menyebut-nyebut temannya, namun begitu sulit mengucapkan istighfar. Kemudian terjadi kepanikan lagi. Satu orang siswa memberontak, perlu tenaga 5 orang untuk menahan. Lalu siswi lagi. Dan siswi lagi. Siswi. Siswi. Siswi. Semua histeris.
Sayangnya aku tidak bisa mencatat semua pasien itu. Aku konsen pada pasien pertama tadi. Aku baca ayat kursi, karena memang hanya itu yang aku bisa, sambil kadang beristighfar. Seorang guruku yang dikenal bisa mengurusi hal-hal seperti itu mencoba menenangkan mbak tadi. Cengkeraman tangannya mengendur, tapi matanya masih begitu basah. Beberapa saat seperti itu, tangannya kembali menggenggam erat tangannya. Matanya melotot. Bibirnya bergetar hebat. Aku dibantu temanku memeganginya. Temanku membacakan istighfar dan tasbih di telinganya, sedangkan aku membaca ayat kursi. Cengkeramannya mengendur lagi, lalu.....dia......pingsan.
Sejenak aku lega. Aku dan temanku mencoba membangunkannya. Tapi, begitu sadar, mbak itu histeris kembali. Lalu pingsan. Kemudian diputuskan membawanya ke rumah sakit. Di sana pun dia masih begitu. Histeris, pingsan, histeris lagi, pingsan lagi, sampai ibunya datang . Dan tugas kami selesai.
Dari kejadian itu, aku yakin bahwa penyebabnya bukanlah kesurupan ataupun gangguan jin. Itu hanya sebuah ekspresi ketakutan. Ketakutan seseorang terhadap dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Mungkin tujuan sekolah mengadakan Spiritual Building adalah membersihkan hati para siswa kelas XII agar tidak ragu menghadapi Ujian Akhir nanti. Aku hanya takut kalau nanti aku ikut acara itu, aku juga akan merepotkan adik-adik PMR, juniorku. Semoga saja saat masa itu tiba, segi spiritualku lebih kuat hingga aku mampu menahan diri dan berusaha memperbaiki dosa-dosaku.
Jumat, 06 Maret 2009
Langganan:
Komentar (Atom)


