Jumat, 24 April 2009

Happy Holiday

UAN tiba, liburan kujumpa. Selama 5 hari, saat kakak-kakak kelas XII berjuang mengakhiri masa SMA mereka, aku benar-benar menikmati liburanku.

First day, stayed at home. Berencana mengerjakan semua yang bisa aku kerjakan, langkahku terhenti saat berhasil mengepel ruang keluarga. Hari itu berakhir dengan tergeletaknya aku di tempat tidur........ Lemas........

Second day, went to Watukarung Beach. Dengan teman-temanku di "D BIG 4" (Winda, Ima, Dewi), aku melanglang buana ke Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku untuk menemukan sebuah pantai yang namanya Watukarung. Keberangkatan kami dilanda insiden sepeda motor "mblebek" alias tidak bisa distarter. Terpaksa kami minta bantuan ke bengkel terdekat. Setelah berhasil berhasil berhasil hore, kami langsung melaju di jalanan. Tapi tidak benar-benar melaju sih, karena di depan kami ada serombongan truk yang jalannya lambat syekale..... Sabar...sabar...
Okay, kami sudah cukup sabar. Ketika baru beberapa meter melewati Tumpak Rinjing (Monumen Jendral Sudirman di Desa Dadapan), Dewi berteriak panik. Pasalnya, sepeda motor yang baru diperbaiki dan menghabiskan dana 10 ribu rupiah itu kembali "mblebek" karena gasnya tidak nyangkut. Allah, insiden lagi. Akhirnya dengan hati ketar plus ketir aku dan Dewi berbalik ke rumahku untuk ganti sepeda motor, sementara Ima dan Winda menunggu di Loh Denok, tempat gardu pandang yang terkenal sebagai tempat yang asyik buat pacaran...>_< Setelah sukses mendarat di halaman rumahku, kami mengganti Supra Fit yang tadi kami naiki dengan Vega R milik Ima yang nongkrong di garasi rumahku.
Meski diwarnai insiden kecil, tak urung kami pun melanjutkan perjalanan menuju Watukarung. Singkat cerita, setelah melewati SD dan Balai Desa, kami sampai di sebuah pantai yang tidak ada plang namanya. Karena teluknya kecil, kami tidak berhenti dan terus berjalan. Di antara pemukiman warga, ada gang kecil yang menuju ke laut. Kami memilih berbelok ke sana dan inilah yang kami temui.........





Perjalanan kami ke Watukarung sungguh aneh. Kami sudah menemukan Watukarung, yaitu pantai yang teluknya kecil tadi, tapi kami masih mencari Watukarung karena setelah dari Pasir Putih kami mencoba-coba jalan di sana dan menemukan petunjuk yang bertuliskan "Wt Krg 4" yang artinya Watukarung masih 4 km! Kami mengikuti petunjuk itu dan sukses sampai di Desa Dersono. Sesuai petunjuk dari ibu-ibu yang kami tanyai di perjalanan, kami kembali lagi ke jalan awal saat kami menuju Pantai Watukarung. Hhhh, sudah sampai Watukarung, masih mencari Watukarung, ternyata kami malah memutari Watukarung.

Third day, manusia ADIPATI (Anak Dua Ipa Tiga) kelasku yang tercinta ke Kebonagung, ke tempat teman kami Ipung. Dari tempat Ipung, kami menuju Wawaran. And this is it.......





Yaaaa, ini pertama kali aku ke Wawaran. Nggak begitu menarik hati sih, tapi tetap saja namanya pantai, menyimpan suatu kekuatan dahsyat dari Sang Pencipta. Di Wawaran banyak perahu nelayan, tapi saat itu tidak ada yang melaut. Siang bolong sih, mana bisa melaut. Anginnya kan ke arah darat.
Perjalananku di Kebonagung ini tidak lepas dari peran serta Hana, temanku di IPA3 yang sudah jadi temanku sejak di X.2. Sumpah dia hebat banget, boncengin aku yang beratnya 45 kg ini PP! Aku ingin seperti dia! Akhir cerita anak IPA3 ditutup dengan kejatuhan Catur dan Tomi di jalan berlumpur. Ah, aya aya wae!

Fourth day, X.2 ke Kali Uluh. Lewat Kebonagung lagi, lewat JLS lagi, becek-becek lagi. Tapi Hana masih setia memboncengku. Kali Wuluh ini lokasinya di Klesem. Perjalanan yang begitu berat, sebab jalan yang halus hanya 1/3 perjalanan. Yang lainnya, wuih, aspal bolong-bolong, batu-batuan, semen, jalan setapak di pinggir yang kalau jatuh ke bawah pasti patah tulang, dan semuanya naik turun parah! Tapi semua terobati dengan pantainya yang soo eksotik. Aku kurang pandai ngambil gambar, tapi hasilnya seperti ini......





Aku mau ke Kali Uluh lagi!!! Lain kali naik helikopter aja ah! Tapi Kali Uluh itu kalau dilihat dari atas memang sangat sangat sangat bagus. Tapi aku tidak bisa ngambil gambar, soalnya jalannya naik terus waktu pulang. Nggak tega lah sama Hana kalau aku minta berhenti di tengah-tengah jalan menanjak. Pokoknya pantai ini the best buatku!

Fifth day, stayed at home again. Nyeterika seragam buat besok. Ah, padahal besok hari Sabtu, kenapa masuk sih? Harpitnas gitu loh, hari kejepit nasional. Mmm...sempet main ke tempat Yulia juga, main sama Alicia yang imute-imute. Dan hariku ditutup dengan menulis blog ini.

Good night!
Keep praying!